Beras Plastik : Hati-Hati

berasBekerja  di depan layar komputer yang terkoneksi internet menyebabkan saya cenderung mudah untuk mendapatkan informasi.

Dan tebak, berita nasional apa yang paling heboh nan fenomenal pekan lalu ? Benar ! Beras Plastik!

Kisahnya tentang seorang pedagang nasi uduk yang kaget karena nasi yang beliau tanak ternyata terindikasi merupakan beras plastic asal Negara tingkok. Negaranya Sun Go Kong. Beliau kemudian memotret nasi setengah matang yang diduga berasal dari beras plastic itu, dan memajangnya di laman jejaring social Facebook. Agaknya, setingan visibilitas nya dibuat : public. Alhasil, tersebar ke mana-mana.

Well, fenomenal memang. Apalagi dengan karakter orang Indonesia yang kagetan, tidak piker panjang-panjang sebelum share berita, dan was wes wuss, tersebarlah berita itu ke seluruh penjuru anak kepulauan di Indonesia.

Saya sendiri jadi agak kepikiran. Bahaya juga kiranya, kalau beras terduga plastic tersebut barangkali sudah masuk rumah saya di kampong, atau di rumah Ibu di Batam.

Pada perkembangan selanjutnya, saya dapati bantahan-bantahan terhadap beras plastic tersebut. Dan sebagai seorang yang memiliki latar belakang akademis, saya cenderung lebih percaya kepada bantahan tersebut ketimbang komplain seorang penjual nasi uduk. Hasil uji laboratorium pada kahirnya membuktikan, bahwa beras tersebut bukanlah beras plastic.

Nah, kasihan kan.

Fatalnya, beliau ketika itu langsung mengedarkan hasil temuannya itu ke dunia maya. Padahal, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Beras yang dimaksud pun belum tentu beras plastic ketika itu, dan sudah buru-buru dipost di facebook. Dan ya sayangnya kita langsung saja men-share berita tanpa mengkritisi atau sekedar berpikir : emang plastic bisa menyerap air ? hehe.

Padahal “Cukuplah orang itu dikatakan pendusta apabila menceritakan setiap yang dia dengar.” (Hadits Riwayat Imam Muslim rahimahulloh).

Jadinya kasihan si ibu teh, niatnya ingin agar masyarakat waspada, malah bikin panic seantero nusantara. Kasihan juga kita-kita yang nge-share berita tanpa bersifat kritis, karena boleh jadi kita kemudian menjadi seorang pendusta karenanya.

Maka berikutnya hati-hatilah.

Iya hati-hati.

09081436 | 27052015 , 11:24

Studio Radio Muslim

Ahmad Muhaimin Alfarisy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s