Allaah, Saya Cinta Pekerjaan Ini..

Bismillah

Agak kaget sebenarnya. Dalam kurun waktu sebulan terakhir ini, saya mengalami beberapa kejadian yang cukup spektakuler. Saya katakan demikian, karena kejadian atau peristiwa yang saya alami dalam sebulanan ini umumnya ialah peristiwa yang hanya akan terjadi sekali seumur hidup. Diantaranya, saya Alhamdulillah telah menamatkan studi Sarjana saya selama empat setengah tahun di Universitas Gadjah Mada – Yogyakarta. Alhamdulillaah.

Namun, satu hal yang rada menyebalkan setelah lulus kuliah, ketika titel sarjana telah di dalam genggaman adalah sebuah pertanyaan

“Antum sekarang sudah kerja di mana?”

Pertanyaan semacam ini rasanya jleb banget. Tentu saja. Lulusan UGM gitu lho. Masak yo ndak kerja ? Masak yo ndak terserap pasar kerja ?

Hehehe.

Saya jadi agak menyesal pernah bertanya hal yang serupa kepada rekan-rekan sealumni yang mereka telah lulus lebih dulu.

Trus sekarang Mas Alf, sudah kerja ?

—————————-

Well, memang pada akhir-akhir bulan lalu, ibu dari teman kontrakan saya sering bertanya – bahkan mengupayakan agar saya mendapatkan pekerjaan yang layak. Dan akhirnya, saat ini dengan tanpa perlu malu-malu dapat saya katakana : Alhamdulillah Abah, Mama, Bapak, Ibu, Dek Zahra, Nduk… saya sudah dapat kerja.

Kerja di mana Mas Alf ?

Haha. Pertanyaan yang …. Ah. Sudahlah. Engak kok, enggak.  Saya bercanda.. Meski saya mah apa atuh. Saya sungguh menikmati pekerjaan yang saya dapatkan ini.

Alhamdulillaah, saya mah saat ini tengah sedang bekerja di sebuah radio dakwah. Tugas yang diamanahkan kepada saya sementara ini adalah sebagai seorang penyiar. Secara teknis, ruang kerja saya adalah hanya berkisar : mengendalikan ruang studio, memutar rekaman kajian, memimpin kajian baik secara live ataupun siaran ulang, dan lain sebagainya yang sebenarnya engga banyak-banyak banget.

Penghasilannya Mas Alf ?

Secara zhahir, tidak terlalu banyak mengingat ketika tulisan ini saya buat, saya masih berstatus sebagai “karyawan” training. Namun semoga apa yang Alloh simpan di tabungan akhirat saya bertrillion-trillion kali lipat lebih banyak.

—————————

airbus-a320-cockpit

Bekerja di ruang studio sangat menyenangkan. Saya melihat banyak tombol-tombol yang tentu saja tidak mampu saya pahami seluruhnya. Akan tetapi, jika dilihat dari jarak sekian itu, nampaknya kayak di kokpit pesawat gitu – Hmm… Sebuah ruangan kerja yang saya impikan dari dulu.

315220805_640

 

Dan… Alhamdulillah. Senang… Setidak-tidaknya saya akan bekerja di sini, sembari menanti momentum untuk mengajukan beasiswa LPDP tahun ini. Atau kepada takdir Alloh berikutnya yang ditetapkan kepada saya.

Alhamdulillah-Alladzi bi-ni’matihi tatimmusshoolihaat.

Selasar Fakultas Tercinta,

21 Jumadil Ula 1436 H, 12 Maret 2015, 17:10

Ahmad Muhaimin Alfarisy – Anaknya Abah

Advertisements

4 thoughts on “Allaah, Saya Cinta Pekerjaan Ini..

  1. Selamat Ahmad.. 🙂 Yang terpenting adalah “enjoy”nya. *btw, saya juga kirain itu kokpit pesawat loh.. 😀

    Semoga betah dan dipermudah buat LPDPnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s