Sedikit Faidah Surah Maryam : 25

desert_night_sky_by_monkypoo-d52lpy6

Alloh Tabaaroka wata’ala berfirman

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”

Ia adalah perkataan Jibril ‘alayhissalam kepada Maryam binti Imran  yang ketika itu tengah kepayahan, beberapa saat sebelum ia melahirkan Isa Bin Maryam.

Pada ayat di atas dapat kita ketahui bahwa sekalipun Maryam tengah kepayahan, ia tetap diperintahkan untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma tempat ianya ketika itu tengah bersandar.

Apakah faedah yang bisa kita petik dari hal ini ? Apakah kasih sayang Alloh sangat sedikit sehingga tidak Alloh perintahkan kepada pohon kurma agar ia meruntuhkan buahnya dengan sendirinya sementara Maryam tengah kepayahan ? Padahal jika ingin, dalam sekejab niscaya buah kurma yang segar lagi masak akan runtuh begitu saja tanpa mesti Maryam menghentak-hentakkan tangannya.

Atau

Kenapa tidak pula Alloh perintahkan kepada Malaikat Jibril, agar ia saja yang menggoyankan pangkal kurma itu dengan satu hentakan sayapnya ?  bukankah Maryam tengah benar-benar kepayahan menjelang lahirnya Isa Bin Maryam ?

Apakah ini menandakan sempitnya kasih sayang Alloh ?

Ternyata tidak akhi fillaah… dan tentu saja tidak!

Akan tetapi, Alloh ingin mengajarkan kepada kita bahwa segala sesuatu membutuhkan sebab. Ada upaya, ada usaha yang harus ditempuh hingga kita bisa mencapai atau mendapatkan sesuatu. Dan kemudian setelahnya, biarlah Alloh yang ambil alih seluruhnya.

Sebagaimana Maryam. Sekalipun ia tengah kepayahan, ia tetap diperintahkan untuk menggoyangkan pangkal pohon dengan tangannya. Padahal, sebenarnya.. dengan kondisi kepayahan semacam itu, sangatlah tidak mungkin bagi pohon kurma untuk tergoyahkan… apalagi sampai menjatuhkan buahnya.

Namun demikianlah akhi fillah… ia diperintahkan untuk mengambil sebab, yakni menggoyangkan pangkal pohon, lalu dengan izin Alloh, turunlah nikmat atasnya.  Yang menyenangkan hatinya, dan meringankan sedikit beban yang memberatkan hatinya.

Maka tentu saja adalah sebuah omong kosong, jika seseorang memimpikan untuk hidup membahagia di taman-taman surga, akan tetapi ia tidak melakukan sedikitpun upaya untuk mencapainya. Alih-alih, ia justru tenggelam dalam hinanya dunia.

Akh, jauh sekali rasanya dari itu…

———————————-

Semoga Alloh sucikan hati ini dari segala bentuk noda dan keburukan yang menjelaga di dalamnya.

 

Pogung Baru,

Malam ke- 2 bulan February

Ahmad Muhaimin Alfarisy

Advertisements

One thought on “Sedikit Faidah Surah Maryam : 25

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s