Pembantu yang Kaya Raya

Woman Counting Money. Image shot 2008. Exact date unknown.Well, dua hari yang lalu saya bersama ibu datang bertamu menuju sebuah rumah super mewah yang berada di belakang komplek. Ibu hanya sekedar menemani saya ketika itu, yang memang punya sedikit kepentingan untuk mengurus berkas. ‘alaa kulli hal, Ibu RT yang ingin saya temui sedang tidak di rumah. Kerja ianya. Setidaknya itu kata pembantunya. Satu-satunya penghuni rumah mewah itu yang ada pagi itu. Kami pun berjanji untuk datang lagi malam hari, dan Alhamdulillah… selepas magrib beliau ada.

Wajahnya kelelahan, mungkin karena baru pulang. Tampil modis ala wanita karir yang necis. Kulit mukanya bening, dengan alis yang agaknya telah ditebang lalu dilukis sesuka hati. Tebal, karena goresan pensil warna mirip punya Shofie –keponakan saya0. Ohya, wajahnya memang sangat kelelahan. Ia mengeluh letih pada ibu saya. Baru pulang dari kantor katanya.

Di belakangnya, ada sang pembantu yang kami temui tadi pagi.

Saya tersenyum…..

—————————

Begitulah dunia. Ia memperbudak kita tanpa kita sadari. Kita berlelah-payah, berpeluh-kesah hanya untuk mengejar dunia yang memang tanpa batas. Ehm. Maksudnya nafsu menguasainya yang tanpa batas. Padahal ia tak ubahnya seperti bangkai. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah -radhiallahu ‘anhu- ia berkisah,

“Rasulullah shallalalhu ‘alayhi wa sallm melewati pasar sementara orang-orang ada di sekitar beliau. Beliau melintasi bangkai seekor anak kambing yang kecil atau terputus telinganya (cacat). Beliau memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata

“Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?”

Mereka menjawab,

“Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?”

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam kemudian berkata,

“Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian?”

“Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat, kecil/terputus telinganya. Apatah lagi ia telah menjadi seonggok bangkai,”  jawab mereka.

Beliau pun bersabda setelahnya, “Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada hinanya bangkai ini bagi kalian.” (HR. Muslim no.7344)

Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Muslim –rahimahulloh-. Satu diantara dua ahli hadits yang paling shahih haditsnya bersama Imam Bukhari –rahimahulloh- .

Maka pada hakikatnya, kita sedang berburu bangkai. Bangkai busuk cacat yang bahkan membayangkannya saya sudah menjijikkan.

Atau dalam sebuah riwayat yang lain, Rasulullooh shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda

“Seandainya dunia punya nilai di sisi Allah walau hanya menyamai nilai sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk airpun.” (HR. At-Tirmidzi no. 2320, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Ash-Shahihah no. 686)

Rasululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah orang yang paling benar perkatannya. Maka selagi iman masih tertanam di hati, patut bagi kita membenarkan apa-apa yang beliau terangkan. Maka perhatikanlah, dunia yang begitu megahnya seperti ini, akan tetapi pada hakikatnya tidak lebih dari seonggok bangkai anak kambing yang cacat di hadapan Alloh. Atau sekurang-kurangnya, ia tidak lebih berat ketimbang sayap seekor nyamuk. Maka bagaimana pula kemegahan yang telah Alloh persiapkan kepada orang-orang yang beriman di surga ? di katakana pada kita –hamba-hamba yang tidak tahu diri ini – bahwa di surga kita akan dihidangkan pada apa-apa yang belum pernah terkecap-i oleh lidah, belum pernah terpandangi oleh mata, pun terdengar oleh telinga ?shutterstock_112255265

Akan tetapi, agaknya kebanyakan dari kita lebih senang untuk berlomba-lomba menjadi pemburu bangkai anak kambing yang berbau tengik.

———————————–

Maka berdoalah kepada Alloh, agar hati kita lebih dicenderungkan untuk mengupayakan apa-apa yang telah Alloh janjikan di surga. Karena dunia hanya sebentar. Ianya hanyalah masa-masa yang fana. Kenikmatannya juga hanya sekejab mata. Sementara, akhirat itu kekal.

Dan sungguh, dunia pada hakikatnya adalah penjara bagi orang-orang yang beriman, dan surga bagi orang-orang kafir. Namun tak apa. Karena “kampung” orang-orang beriman memang sejatinya bukan di dunia. Melainkan di surga. Tempat ayah dan ibu kita pertamakali diciptakan.

——————————

Saya tersenyum petang itu. Karena pada malam sebelumnya, Abi dari Shofie datang ke rumah seperti biasa. Mengunjungi ibunya yang juga ibu saya. Di sela-sela nasihatnya kepada ibu saya, ia berkata “harta itu cuma ada tiga mah, yang dimakan jadi kotoran, yang dipakai jadi usang, dan yang diinfakkan di jalan Alloh. Maka yang ketig aitulah yang kekal”

Saya juga tersenyum pada petang itu. Karena, dari semua harta yang telah diusahakannya, dari kemegahan rumah yang telah dibangunnya, atau kendaraan-kendaraannya, justru yang lebih banyak menikmati adalah pembantunya. Khadimat bahasa gaulnya.

Sementara majikannya hanya kebagian porsi yang sangat sedikit. Sebelum berangkat kerja, dan sebelum ia tertidur di malam hari.

Dan jangan lupa, si pembantu dibayar dengan bayaran yang tidak sedikit perbulannya. Ia dibayar untuk.. ehm… MENIKMATI JERIH PAYAH MAJIKANNYA!

Hehe. Sungguh ia sejatinya kaya raya ! dan sang majikan hanya mendapatkan satu hal yang tidak dipunyai oleh sang pembantu : yakni RASA MEMILIKI – sense of belonging nek kata guru bahasa inggris jaman SMP.

Tapi, toh buat apa “rasa memiliki” yang melimpah ruah tak terkira. Kelak juga Alloh ambil kembali.

—————————-

Ditulis ketika ibu sedang masak entah apa di dapur.

Tapi baunya sampai sini. Enak sekali.

Plamo Garden Batam Center.

14 January 2015 11:58

Ahmad Muhaimin Alfarisy

 

Advertisements

3 thoughts on “Pembantu yang Kaya Raya

    • wah, ternyata dunia sempit ya mas
      masih mas, sampai akhir bulan insyaAlloh

      di radio hang mas, biasanya ada kajian rutin tapi saya ga hapal jadwalnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s