Tentang Buku-Buku Galau : Jangan Jadikan Dirimu Produknya

Maka saya melihat bahwa buku-buku “ISLAMI” yang fokus membahas tentang fenomena percintaan, indahnya menikah muda, obat anti galau dan semacamnya yang ditulis oleh “Ustadz-Ustadz” muda cenderung memberikan banyak mudhorot meski saya belum tau perbandingannya dengan dampak kebermanfaatan yang ditimbulkan darinya.

Semisal : motivasi menikah muda yang menggebu-gebu padahal masih kuliah dan masih nebeng orangtua, ilmu diniyah yang masih minim sekali, prinsip hidup yang masih lemah sementara waktu banyak dihabiskan untuk selain ilmu. Sehingga muncullah pribadi yang lemah, tidak produktif dan penggalau. Galau memikirkan si dia yang terlihat sangat manis nan merah muda, namun ianya sendiri masih terlalu lemah.

Jangankan ini. Aqidah saja masih lemah.

Sementara di sisi lain, ianya terus dihiasi dengan mimpi-mimpi betapa menyenangkannya kehidupan setelah pernikahan. Semisal bisa jalan-jalan berdua dengan halal, bisa makan bareng, bisa sholat jamaah bareng, dan semacamnya , tanpa khawatir akan dosa. Ini teh niatnya apa ??book-love-word-letters-numbers-macro-hd-wallpaper

Oke, Itu memang benar. Namun, enggak cuma itu gitu lho. Banyak selainnya yang harus dipikirkan sebagai konsekuensi pernikahan.

Kalau memang benar ingin menikah muda, maka sebaiknya yang dilakukan adalah mempelajari Fiqih pernikahan, adab interaksi suami istri, tarbiyatul abna’ , atau misalnya fiqih adabuz-zifaf.
Bukan dengan membaca bacaan yang cuma bikin ente galau.

Serta yang lebih penting : kemampuan menghidupi kehidupan setelahnya. Udah punya-kah ?

Buku-buku seperti itu akan terus menjamur, mengingat besarnya pangsa pasar yang tersedia, yakni para pemuda. Namun sebenarnya jika ditilik lebih dalam, boleh jadi sebenarnya ianya (pembaca) yang termanfaatkan dengannya. Buku semacam itu laku keras, karena hatinya bisa dibeli. Ah, simpelnya jual beli hati. Ianya membayar untuk menjadi galau, sementara sangat sedikit ilmu yang didapatkan darinya. Dan pembacalah yang merugi.

Lalu dengannya ia menjadi galau. Menjadi pribadi yang lemah sementara waktu muda menjadi tersia-sia karena memikirkan si dia, yang manis nan merah muda. Manis gula-gula.

Sudahi saja baca buku-buku ataupun status-status galau itu. Mending sibukkan dirimu dengan ilmu ! Dan jika kau laki-laki, mulailah berpikir tentang hidup yang berdikari.
————————————–
Pada sebuah diskusi pagi.

Rabu, 24 Desember 2015 07:04

di kediaman Manaf.

Kricak Kidul, Yogyakarta tercinta

~alfarisy

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Buku-Buku Galau : Jangan Jadikan Dirimu Produknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s