Alone…

Jika engkau mampu untuk tidak dikenal, maka lakukanlah.
Engkau tidak rugi walau tidak dikenal. Engkau tidak rugi walau tidak dipuji. Engkau tidak rugi walau tercela di mata manusia asalkan di mata Alloh engkau selalu terpuji.
Fudhail bin Iyadh -rahimahulloh-
———————————-

355795Sungguh kalimat di atas pantas disematkan untukku*. Belakangan ini sungguh aku dilelahkan oleh hal semacam ini. Terutama, karena banyaknya sinyal kepo dari orang-orang yang aku tidak ketahui siapa. Aku hanya tahu jika sedang di”kepo”. Sayangnya tidak tahu akses untuk menelusuri siapa saja pelakunya.

Menarik diri dari peredaran ternyata tidak mudah. Setidaknya, tidak mudah seperti yang aku bayangkan.
Menjadi dikenal, dulu adalah sebuah impian. Sebuah motivasi yang aku pegang erat-erat ketika itu

Aku harus menjadi seseorang yang dikenal. Memiliki gelar (akademis), dan itu harus ku mulai sejak dini. Karena, dengan dikenalnya seseorang, pendapat-pendapatnya akan lebih diterima oleh orang-orang. Dan aku akan mempergunakannya untuk kebaikan”

Well, memalukan jika mengingat masa-masa itu. Kelihatan jika tidak punya ilmu.
———————————-
Sekarang, menyepi sepertinya adalah sebuah keindahan. Menyendiri dan menyepi terasa menyenangkan sekali. Ia sederhana, tapi terasa mewah.
Alhamdulillahilladzi bi-ni’matihi tatimmussholihaat.

———————————-

Sebuah refleksi setelah melihat kata kunci penelusuran di blog

Catatan :

*pakai dhamir “ku” lebih nyaman untuk tulisan ini. Ketimbang “saya”

Alfarisy

Advertisements

2 thoughts on “Alone…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s