Sedikit Tentang Bacaan Al-Qur’an

552126_381493368583057_1390737497_nPada masa ketika saya masih duduk di bangku SMA, saya pernah melihat sebuah video berupa daftar lima besar Qori’ dengan suara paling merdu se muka bumi. Mereka adalah

  1. Syaikh Sa’ad Al-Ghomidi –hafidzhohullohu ta’ala-
  2. Syaikh Misyari Bin Rasyid Al-‘Afasy –hafidzhohullohu ta’ala-
  3. Syaikh Abdul Basith Abdul Shomad –hafdzhohullohu ta’ala-
  4. Syaikh Saud As-Shuroim –hafidzhohullohu ta’ala- dan terakhir
  5. Syaikh Abdurrahman As-Sudais –hafidzhohullohu ta’ala-

Di antara kelima Qori’ tersebut, hanya tiga yang saya cukup familiar dengannya, yakni Syaikh Al-Ghomidi, Syaikh Misyari, dan Syaikh As-Sudais. Sedangkan dua sisanya yakni Syaikh As-Shuroim dan Syaikh Abdul Basiht baru saya ketahui ketika melihat video tersebut.

—————————-

Bicara tentang kelima Qori’ di atas, maka yang paling berpengaruh dalam perkembangan kualitas bacaan Al-Qur’an saya adalah Syaikh Misyari Bin Rashid Al-‘Afasy. Hal ini disebabkan, di masa SMA, saya tinggal di dekat sebuah masjid yang setiap sore hari memutar murottal Syaikh Misyari sembari menanti datangnya waktu sholat magrib. Murottal yang diputar adalah Juz 30 dari Surah An-Naba’, hingga memasuki waktu sholat magrib yang akan mencapai kira-kira surah Al-Ghosiyah.

Disebabkan hal ini, saya jadi mendownload murottal yang dibacakan oleh Syaikh Misyari itu, dengan tujuan untuk menghafalkan Juz 30, tentunya dengan irama khas Misyari. Adik perempuan saya –semoga Alloh menjaganya dengan sebaik-baik penjagaan- kala itu lebih spektakuler lagi. Ia bahkan sudah hafal hanya dengan setiap sore hari mendengar murottal tersebut diputar dari masjid sebelah rumah kami.

—————————-

Pada perkembangan selanjutnya, yakni sekitar tahun 2010, saya mendengar sebuah Murottal yang lain. Kali ini dilantunkan oleh seorang yang tidak pernah saya dengar namanya sebelumnya. Pertama kali murottal tersebut saya dengar adalah pada sebuah siaran radio dakwah di Kota Batam. Suaranya…. Lembut sekali.

Maka dalam benak saya kala itu penuh dengan pertanyaan, siapakah qori yang satu ini, yang memiliki bacaan dengan kelembutan yang “MasyaAlloh”. Terbayanglah oleh saya, perawakannya tidak jauh berbeda dengan Syaikh As-Sudais ataupun Syaikh Al-Ghomidi, yakni seorang lelaki Arab yang masih belum mencapai usia 40 tahunan. Dengan janggut tebal, serta memakai imamah.

Uniknya, saya benar-benar tidak tahu siapa nama Qori tersebut, sehingga tidak bisa melakukan pencarian di internet. Sehingga praktis yang saya lakukan untuk mendengarkan murottal tersebut adalah dengan rutin menantinya di jeda-jeda acara pada radio dakwah yang saya maksudkan.

Mbak saya –semoga Alloh menjaganya dan keluarganya dengan sebaik-baik penjagaan- yang juga memiliki ketertarikan yang sama dengan murottal tersebut lalu bela-belain datang ke studio Radio dan bertanya. Hingga kemudian didapati bahwa Qori yang membuat kami berdua penasaran itu, ternyata salah satu diantara Ustadz dari Indonesia. Bukan Qori sekaliber As-Sudais seperti bayangan kami.

Beliau adalah Ustadz Abu Usamah –hafidzhohullohu ta’ala-.

Semenjak mengenal Ustadz Abu Usamah, maka praktis saya menjadi sangat terpengaruh dengan cara beliau membaca Al-Qur’an. Lembut, mendayu-dayu dan tentunya tajwid yang baik. Beberapa hafalan saya yang pada awalnya sangat terpengaruh irama Syaikh Misyari, kemudian berevolusi dengan mengikuti irama Ustadz Abu Usamah. Meski tidak mirip-mirip seluruhnya. Utamanya, karena suara saya adalah yang terburuk di antara seluruh keluarga. #Haha

Seperti ini http://downloads.ziddu.com/download/23985530/Al-Fatihah-Al-Ahqoof-34-35-alfa.mp3.html

 

—————————

Banyaknya irama khas dari para Qori terkenal yang coba saya tiru menyebabkan saya menjadi tidak punya irama khas sendiri. Tidak konsisten gitu lho.

Dan seperti halnya yang teman saya alami, irama apa yang akan dipakai ketika membaca Al-Qur’an, akan menyesuaikan dengan irama apa (atau lebih tepatnya irama siapa) yang dipakai ketika membaca surah Al-Fatihah. Terakhir, saya terpengaruh dengan irama Syaikh Al-Mu’tashim, khususnya setelah beberapa kali mendengarkan beliau membacakan penggalan Surah Ali Imron dalam sebuah sholat jahr.

Dan beberapa waktu ini, saya mendapatkan pengaruh irama membaca Al-Qur’an seperti halnya bacaan rekan-rekan saya sendiri, yang sebagian di antaranya seringkali menjadi Imam di masjid tempat kami biasa tholabul ‘ilmi. Hingga kemudian, seringkali saya meniru-niru irama bacaan mereka.

————————–

Salah satu kekurangan ketika membaca Al-Qur’an dengan mem-plagiasi bacaan qori terkenal adalah, kita menjadi lebih fokus pada irama dan lagu yang dipakai sehingga melalaikan kita dari tajwid yang benar. Aneh kan kedengarannya sekiranya iramanya bagus tapi tajwidnya berantakan? Jika kemudian harus memilih di antara keduanya, maka memperbaiki tajwid jelas lebih utama ketimbang memperindah bacaan Al-Qur’an.

Kelemahan kedua dari hal ini adalah, apabila seseorang menghafalkan Al-Qur’an dengan mem-plagiasi bacaan Qori terkenal, maka ketika ia diperintahkan untuk merapalkan kembali bacaan tersebut dengan irama yang lain yang berbeda dengan irama yang selama ini ia hafalkan, maka kemungkinan besar ia akan lupa.

————————–

Tapi, yang penting antum mau ngaji deh. Hehe

Barokallohu fiikum.

Di rumah Ibu, Plamo Garden Batam Center

Selasa, 19 Agustus 2014, 09:57

Ahmad Muhaimin Alfarisy

Advertisements

4 thoughts on “Sedikit Tentang Bacaan Al-Qur’an

  1. Assalamu’alaykum warohmatullah wabarokatuh…
    yapp!! Ustadz abu usamah hafidzhohullohu ta’ala, beliau seorang inspirator sekaligus motivator buat sya memperbaiki bacaan Al-Quran 🙂 masyaAllaah suaranya merdu banget…

  2. alhmdllh…
    sya jg bgung pke irma yg mn yg cocok dgn krkteer suara sya.kdg sya dgrin murotl imam bsr.tp mlh bgung soalny suaranya bgs semua. kdg sy mniru2 syekh sudais tp g bs ..n g bs konsisten. krn mnrt sya klo kita ngajinya bnr n dsertai dgn irma yg indh pasti tmbh sng n g bosen ngajinya

  3. Wah apa yang anda katakan seperti yang saya alami… Insyaallah saya milih ikut qori as sudais semoga allah memudahkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s