Novelku… Riwayatmu Kini…

Bismillah…

Berapa hari ya, mungkin sudah hampir 3 minggu saya mudik ke rumah ibu, di Plamo Garden-Batam Center, Batam. Sebuah perumahan menengah ke atas yang agak mewah (meski rumah saya adalah kategori yang paling biasa tentunya,). Di tengah kota. Tidak di tengah-tengah desa yang tak terjamah polusi seperti harapan saya.

Jadi hari rabu lalu, saya mendapatkan sebuah perintah, lebih tepatnya permintaan sih dari ibu saya. Hehe. Beliau meminta saya untuk membeli sejenis obat di sebuah apotik yang obatnya kok cuma ada di apotik itu. Di daerah Jodoh. Sebuah pusat pasar di Batam. Juga salah satu ujung rute trayek angkot.

[Plis yang baca ini jangan galau cuma karena saya tulis kata JODOH -_- . Itu nama tempat lho brothers]

Well, tentu saja saya manut. Ini perkara wajib guys. Perkara birrul walidain. Lagipula, setelah tiga minggu di rumah ibu, saya hampir belum pernah ke daerah yang namanya Jodoh itu. bahkan, saya hampir tidak pernah keluar rumah. Eits, saya bukan dipingit lho. Hanya saja, sementara ini di rumah lebih nyaman, dan tentunya lebih aman dari fitnah. Hehe. Lagipula, sejak awal ketika mudik saya memang hanya berniat untuk ner-khidmat pada orangtua yang mana waktu saya selama 4 tahun ini lebih bayak saya habiskan di kota Jogja.

Oke intronya kepanjangan.

============================

BCS_MallSelepas membeli obat yang dimaksud, saya menyempatkan diri untuk mampir ke BCS Mall. Sebuah mall yang sangat besar. Kalau di Jogja, mungkin se-level sama Ambarrukmo Plaza. Padahal BCS Mall hanya salah satu mall lho yang ada di Batam, dan jelas bukan yang terbesar. Saya mampir dengan beberapa tujuan, akan tetapi utamanya adalah untuk membeli beberapa perlengkapan dapur dan kamar mandi. Ini juga bagian dari perintah ibu saya kemarin. Hehe

Karena ada keperluan, ya sudah saya sekalian mampir ke Gramedia BCS Mall. Tempat “tongkrongan” jaman SMA sepulang sekolah. Eh jangan salah, saya bukan pemuda nakal yang tumbuh mendewasa di dalam mall ya. Hanya saja, dari SMA kelas X sampai tahun 2010, rumah keluarga saya ada di dekat BCS Mall ini. Dan kalau turun dari angkot sepulang sekolah, saya biasa mampir ke Gramedia cuma buat ngecek apakah komik Detektif Conan sudah ada update-an yang baru atau enggak (setelah kenal sunnah, saya udah berhenti langganan beli komik Conan meski sudah langganan dari jilid 1 hehe). Atau yang paling sering, mampir cuma buat “ngadem” sekitar setengah jam-an sebelum pulang. Ya lumayan, itung-itung bisa lihat buku-buku baru di Gramed.

Photo-0076aSampailah saya di Gramedia BCS Mall kemarin. Lalu tempat yang saya tuju rupanya enggak berubah. Langsung mengarah ke pojok sebelah selatan –atau tepatnya barat daya- ke arah rak yang isinya komik. Rupa-rupanya komik Conan sudah sampai jilid 79 yah? Hehe.

But, that’s not the main theme here.

Nah, seperti pada toko buku Gramedia lain, Gramedia BCS mall menyediakan computer yang sudah terprogram khusus buat digunakan untuk melakukan pencarian buku tertentu yang dijual. Saya lalu mendekat, lalu men-select “author” dan mengetik nama

“A L F A R I S Y”

Lalu muncullah keterangan

“Muhasabah Cinta, Alfarisy Akmal, Stok 0”

Photo-0078a

Saya hanya bisa tersenyum. Merindu 4-5 tahun yang lalu….

===========================

Entahlah, saya hampir lupa bahwa saya pernah menulis sebuah novel ketika SMA di tahun terakhir yang kemudian diterbitkan oleh sebuah penerbit local bernama “New Paradigma Publishing”.

Ketika itu, saya masih berusia kurang dari 17 tahun. Saya (mungkin ini masa alay kalaupun saya pernah mengalami masa alay) ketika itu menggunakan sebuah nama pena untuk karya tulis saya, khususnya yang berbau fiksi yakni  “Alfarisy Akmal”. Nama “akmal” seingat saya terinspirasi oleh nama seorang murid TPA saya yang paling cerdas bernama “Joacquin Akmal Antonio”. Seorang anak kecil berdarah Padang, Filiphina yang tinggal di Amerika.

Kembali ke topik

Judul novel yang saya tulis ketika itu adalah “Muhasabah Cinta” Hehe. Kayak pernah dengar ya ?

MC advertisingIa menceritakan tentang kisah seorang pemuda biasa-biasa saja yang cerdas, namun mudah terpancing emosi dan perasannya. Ia adalah anak tunggal dari seorang ibu yang baik hati, yang kemudian pada suatu pagi, ibunya meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Sebuah perpisahan yang menjadi perjumpaan terakhirnya. Sang pemuda kemudian melanjutkan studinya pada program studi Pendidikan Dokter di Universitas Indonesia-Depok hingga kemudian bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Hingga suatu ketika, ia bertemu dengan seorang pasien berkewarganegaraan Perancis yang mengubah hidupnya seluruhnya, hanya dalam tempo 24 jam.

Well, saya beneran hampir lupa pernah nulis novel semacam itu.

Kalau kata orang-orang, gaya bahasanya lembut sekali. Kalau kata pimpinan redaksi, gaya bahasanya mendayu-dayu. Makanya mbak saya bilang tadi pagi:

kayaknya entar kalau kamu jadi suami, bakal romantis.

Hhe. Boleh jadi.

Novel saya itu adalah novel cinta bergenre Islami. Biasa ya mungkin di masa itu. Soalnya lagi booming-boomingnya Ayat-Ayat Cinta atau Ketika Cinta Bertasbih

Nah, di dalam novel ada beberapa adegan yang menurut saya unik

Pertama, saya menulis novel itu ketika saya masih SMA, namun tema yang diangkat adalah tentang mahasiswa Pendidikan Dokter. Sebuah keputusan yang cukup berani, atau sebenarnya cukup bodoh. Maka tidak heran jika ada beberapa kesalahan di sana.

Kedua, saya dengan agak egois memasukkan nama beberapa teman-teman dekat saya sebagai tokoh novel. Misalnya bang Rizky Panji Nugoroho. Sahabat saya di masa SMA.

Ketiga, saya tidak tau RSCM itu apa, di mana, dan yaa…. semuanya ga tau kecuali ia adalah akronim dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sebuah rumah sakit yang cukup kondang di Jakarta. (eh, beneran eta teh di Jakarta ?)

Keempat, ada adegan di Pesawat. Padahal ketika nulis novel itu, saya belum pernah naik pesawat. Maka saya berusaha menyesuaikan adegan naik pesawatnya tokoh novel saya dengan adegan naik pesawatnya Robert Langdon dan Vittoria Vetra dalam novel Angel and Demons Karya Dan Brown – sebuah bacaan saya di masa SMP setelah sebelumnya melahap The Da Vinci Code.

Kelima, ada adegan pernikahan. Nah lho pernikahan siapa ? Rahasia ! But the problem is, saya yang masih ingusan ketika itu belum paham dengan fiqih munakahat. Jadi deh ada bagian yang amburadul.

=========================

Sedihnya, ketika saya pulang ke rumah ibu, saya tidak lagi menjumpai novel tulisan saya tadi. Tidak satupun yang tersisa di rumah. Rupa-rupanya, kabar burung yang saya dengar, setiap ada tetamu yang datang ke rumah dan meminta itu novel, dikasih begitu saja hingga tak tersisalah ia meski sejilid pun.

Ok gpp. Nanti minta ke penerbit. Mudah-mudahan masih ada 🙂

=========================

Meskipun hanya sebuah novel, saya tidak menyesal pernah menulis buku tersebut. Seorang bernama anonymous (hehe) pernah berkata

“Jika engkau ingin dikenal sejarah, maka buatlah sebuah hal yang spektakuler sehingga engkau layak dituliskan dalam sebuah buku. Namun jika tidak minimal tuliskanlah sebuah buku”.

Saya masih ingin menulis buku. Tapi bukan novel tentunya (mengingat adanya pendapat ulama ahlusunnah yang mengharamkan penulisan kisah fiksi).

Dan saya ingin, buku kedua saya nantinya, tidak saya tulis sendirian.

#ehm Mas Alfa -_-

#kode

=========================

Masih di Rumah Ibu

Plamo Garden-Batam Center

Jum’at 7 Agustus 2014, 22:19

Ahmad Muhaimin Alfarisy

Advertisements

12 thoughts on “Novelku… Riwayatmu Kini…

    • tapi ada fatwa syaikh sholih al-fauzan hafidzhohulloh kalau ndak salah, tentang larangan menulis fiksi

      jadi ga keren lagi hehe

      • iya, mungkin bisa menulis kisah nyata – semacam abu umar basyier – gitu mas. hehe.

      • penulis novel mas, terkenal kok. bukunya sandiwara langit, selimut mimpi, dll yang diambil dari kisah nyata supaya bisa diambil faedahnya. bagus-bagus bukunya…

      • wah, sandiwara langit
        saya ingat, cerita tentang Rizqon dan istrinya dalam sandiwara langit yang masyaAlloh

        kisah ini salah satu yang membuat saya mengenal dakwah sunnah.
        dan merubah banyak hal, termasuk orientasi hidup hehe
        beliau ternyata pengarangnya hehe

  1. Bang Alfa, sewaktu SMA saya pernah membaca novel Abang. Dan sekarang saya ingin membacanya lagi. Kira-kira saya bisa mendapatkannya dimana? Atau pesan ke toko buku online mana ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s