Ketika Ulama Palestine (terpaksa) Berbohong

Akhirnya pagi ini Alloh mengizinkan saya untuk melihat sebuah video yang membuat airmata saya menetes.

Pada sebuah malam Ramadhan, seorang ulama kibar di Palestine, mengumumkan bahwa pada malam ini adalah momentum malam Lailatul Qadr. Pengumuman ini lalu disebarluaskan pada seluruh penduduk Jerusalem-Palestine sehingga setenga juta penduduk Palestine merangsek masuk untuk bersama-sama menghabiskan waktu malam di dalam Masjid Al-Aqsha. Militer Yahudi-pun lalu melonggarkan perizinan masuk sehingga seluruh warga Palestine dari segala kalangan umur diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha. Padahal sebelumnya, hanya wanita, dan anak-anak, serta laki-laki berusia di atas 40 tahun yang diperbolehkan untuk masuk dan melakukan peribadatan di Masjid Al-Aqsha.

Taukah engkau kenapa saya menangis?

themuslimtimes.orfDemi Alloh akhi… tidaklah ada dalil tegas bagaimana cara kita mampu mengetahui atau memprediksi kapan jatuhnya malam Lailatul Qadr, kecuali apabila telah sampai pada pagi harinya ketika malam Lailatul Qadr telah dilalui. Tidak pula seorang muslim diperbolehkan untuk mengkhususkan satu malam saja beribadah penuh dengan menganggap-anggap bahwa itu adalah malam Lailaul Qadr lalu mengabaikan malam-malam lainnya.

Maka dalam benak saya, tidaklah mungkin kemudian seorang ulama kibar Palestine mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan dalil jama’ yang diketahui, mengingat baiknya pemahaman mereka akan Islam. Namun taukah engkau kenapa ulama’ kibar tersebut memfatwakan demikian?

Sungguh, tidaklah ia berkata demikian melainkan agar ada satu malam saja dalam bulan Ramadhan di mana militer Yahudi melonggarkan pengamanannya, dan mengizinkan agar ada satu malam saja, di mana ummat Islam diperbolehkan memasuki dan beribadah di komplek Masjid Al-Aqsha secara bersama-sama. Maka boleh jadi ia telah berbohong demi kebaikan ummat Islam Palestine seluruhnya.

Lalu setelah itu, saya melihat orang-orang tua berada pada barisan terdepan shaf sholat, juga sebagian laki-laki paruh baya dan pemuda-pemuda. Sangat jarang di antara mereka berpakaian sholat yang rapih. Dan sebagian besar berpakaian kemeja seadanya. Atau kaos seadanya.

————————————–

Dan ketika itulah saya menangis.

Hingga kemudian hati ini kembali menyeruakkan mimpi usang yang terlupa. Berharap terlahir menjadi salah stu bagian dari mereka. Lalu mengembalikan hak-hak mereka. Mengembalikan tanah mereka. Mengembalikan Al-Aqsha mereka. Al-Aqsha kita.

Semoga Alloh mensegerakan kemenangan Ummat Islam.

Plamo Garden Batam Center- di Rumah Ibu

Pada sebuah dini hari.

Pagi ke 24 Ramadhan

22 July 2014, 03:40

Ahmad Muhaimin Alfarisy

Sumber Foto : themuslimtimes.org

Advertisements

2 thoughts on “Ketika Ulama Palestine (terpaksa) Berbohong

    • diksi yang saya pilih masih sangat jauh dari kenyataan untuk menggambarkan kejadiannya.

      iya, menyedihkan sekali.
      mereka masih pakai pakaian biasa, mungkin karena tetap dalam kondisi siaga berperang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s