Kapan Terakhir Engkau Menangis Ketika Diperdengarkan Al-Qur’an ya akhi ?

Akan tiba saatnya nanti, di mana aku berdiri di hadapan Rabb-ku yang Maha Tinggi.
dengan kepala tertunduk penuh malu, dengan dosa yang menggunung di atas punggungku yang seolah-olah akan menimpa. Meratakan jasad.

Aku berharap Alloh mengusap ubun-ubunku ketika itu. Menutupi aibku. Dan mengampuniku

——————————

Selepas magrib hari ini, seharusnya kami seperti biasa, berada di antara majelis yang diisi oleh Ustadz Aris Munandar Hafidzhohulloh dengan tema Fiqih Ibadah, yang pekan lalu masih membahas tentang permasalahan-permasalahan yang sering ditemui dalam menegakkan ibadah sholat. Akan tetapi, sepertinya saya terlambat mendapatkan info bahwa beliau saat ini tengah melakukan safari dakwah ke Kalimantan Timur. Qodarulloh, ternyata momentum itu justru mempertemukan saya untuk berkenalan dengan salah seorang Imam Masjid Pogung Raya yang menurut saya memiliki suara paling indah dan tentu saja fasih bacaannya. Tidak jarang saya mendengar seseorang sesenggukan ketika berada di barisan jamaah yang ia pimpin.

Berbicara tentang mendapati orang yang menangis ketika sholat, terus terang saja sangat jarang saya temui. Selama ini saya hanya pernah menjumpai hal demikian di Masjid Kampus UGM, yakni sekali dalam sebuah sholat Jum’at yang diimami oleh seorang Ustadz terkemuka yang memang memiliki suara yang merdu, dan beberapa kali saya jumpai di Masjid Pogung Raya UGM.

Saya bisa pastikan mendapati orang yang menangis ketika sholat karena orang yang saya maksudkan menangis ketika itu sholat persis di sebelah saya. Ditambah lagi saya mengenal secara pribadi orang-orang yang ketika itu, sholat persis di sebelah saya dan menghabiskan sholatnya dengan suara yang terisak-isak, terutama pada dua rakaat pertama.

Sejujurnya, ada sebuah rasa iri yang sangat besar yang saya rasakan terhadap mereka yang mampu menangis ketika sedang sholat. Meskipun saya pernah mengalaminya, akan tetapi rasanya sudah lama sekali. Saya merindui masa-masa semacam itu, ketika tubuh tertunduk dengan penuh penghambaan. Malu mengingat dosa. Takut akan adzab. Namun di saat yang bersamaan, merindui Dzat Penggenggam jiwa.

6497385937_5129b76fa1_zTerkadang saya menyentak hati saya sendiri ketika sedang sepi. Entah ke mana pergi hati ini ? Hati yang merindui tangisan karena merindukan Alloh . Hati yang melunak dengan mata yang basah karena tersentuh dengan Al-Qur’an.

Alloh … sungguh saya rindu masa-masa itu. Dan ketika mendapati rekan-rekan saya menangis sesenggukan dalam sholatnya, maka bercampurlah rasa sedih itu, dengan rasa iri sekaligus malu karena entah kenapa hati ini tak bisa seperti mereka, yang khusyu’ mendengarkan sehingga melelehkan hati.

Boleh jadi hati ini sudah terlalu menghitam, penuh jelaga legam karena dipenuhi maksiat yang tidak pernah atau belum di-taubati. Sehingga hati mengeras. Tak tersentuh syahdunya bacaan Al-Qur’an. Tak mencium harumnya surga dari bacaan Al-Qur’an.

Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Al-Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah Rahimahullohu ta’ala

“Carilah hatimu pada tiga tempat ini… jika engkau tidak mendapatinya, maka mohonkanlah kepada Alloh agar Ia memberikan padamu hati yang baru, karena sungguh hatimu telah rusak. Pertama, yakni ketika dibacakannya Al-Qur’an. Kedua, pada majelis zikir, yakni majelis ilmu yang mengingatkanmu kepada Alloh, dan yang terakhir, di kala engkau bersendiri”

Maka apakah benar hati ini telah rusak Wahai Robbi? Jika benar, mohon gantikan hati ini dengan sebentuk hati yang baru. Sebentuk hati yang akan berserah diri menghamba pada-Mu.

——————————

Bagaimana dengan antum ? kapan terakhir kali menangis ketika diperdengarkan Al-Qur’an ??

——————————

 

Pojok Kamar Bercat Biru,

Karang Asem, Kocoran, Catur Tunggal, Depok, Sleman

Tanah Sultan Tercinta

21 Juni 2014, 22:56

Ahmad Muhaimin Alfarisy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s