Faedah Bahasa Arab : Ilmu, hingga Jodoh

kamus-bahasa-arab-onlineSuatu ketika salah satu diantara guru kami, Dokter Rae Hafidzhohuloh melalui akun facebooknya, meng-update status yang cukup menampar hati saya. Kurang lebih status yang beliau sampaikan hari itu berbunyi demikian

“Kalau ada ikhwan luar Jogja yang datang ke Jogja dan nginap di wisma dalam waktu yang lama, biasanya mau nadzor (yakni salah satu proses dalam ta’aruf ketika ikhwan dan akhowat saling bertemu dengan didampingi mahrom untuk saling melihat). Tapi, perlu diketahui, akhwat Jogja banyak yang pandai baca kitab lho… Oleh karena itu syaratnya harus…..”

Beliau menghentikan kalimatnya seperti yang saya tuliskan di atas.

Kenapa kemudian saya katakan status tersebut cukup menampar saya? Ah jelas saja.

Sejujurnya saya benar-benar masih nge-blank dengan bahasa Arab. Bahkan jika diberikan skala 1 sampai 100, maka kemampuan saya dalam berbahasa Arab bisa dikatakan hanya 0,05 atau 0,1. Dimana kalimat bahasa Arab yang lazim saya mampui hanyalah kata-kata seperti ‘afwan, jazakallahu khairan, barakallahu fiikum, syafakallah dan sejenisnya yang memang sudah saya kenal sebelum meninggalkan firqoh Ikhwanul Muslimin dulu.

Setelah kemudian Alloh mengenalkan saya pada manhaj salaf, bodohnya saya, tidak intens belajar bahasa Arab. Bahkan, sampai sekarang saya belum pernah terdaftar pada kelas bahasa Arab manapun. Padahal, ia adalah bahasa Al-Qur’an, dan Al-Hadits. Tidak ada satupun ajaran dari agama ini yang turun melainkan dengan bahasa Arab. Itulah kenapa kemudian ‘Umar Bin Khattab Radiallahu ‘anhu memerintahkan kita untuk belajar bahasa Arab, sebagaimana atsar-nya yang dikenal mahsyur

“Pelajarilah bahasa Arab, karena ia adalah bagian dari agamamu”

Benar sekali. Umar Bin Khattab Radiallahu ‘anhu jika mengatakan demikian, yakni Bahasa Arab adalah bagian dari agama ini, Islam. Bahkan menurut saya pribadi, bagian atau porsi bahasa Arab dalam agama Islam sangatlah besar, mengingat banyak sekali amalan yang menggunakan bahasa Arab. Sebagian besar di antara amalan wajib justru tidak akan sah jika tidak menggunakan bahasa Arab. Atau minimal akan kurang afdhol jika tidak menggunakan bahasa Arab.

Belum lagi jika mengingat banyaknya kitab-kitab ilmu yang menggunakan bahasa Arab. Sayangnya kemudian, tidak semua kata atau kalimat dalam bahasa Arab bisa di-alih bahasakan menjadi bahasa Indonesia. Kekayaan bahasa Arab jelas jauh melampaui kekayaan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, agaknya memang mutlak bagi seorang muslim untuk mampu berbahasa Arab.

—————–

Kembali pada status Dokter Rae di atas, sejujurnya saya lebih fokus pada penitikberatan akan “anjuran memiliki kemampuan berbahasa Arab” ketimbang adanya keuntungan berupa kemudahan untuk mendapatkan jodoh jika memiliki kemampuan berbahasa Arab.

Sebuah testimoni dari seorang rekan yang sudah menikah, beliau menuturkan bahwa akan sangat berat bagi ikhwah yang sudah menikah untuk rajin mengikuti kajian seperti halnya yang biasa dia lakukan ketika masih berstatus sebagai lajang. Karena apabila sudah menikah, maka tanggungjawab yang paling utama adalah keluarga. Selain mencari nafkah bagi sang suami, juga mentarbiyah keluarga. Dalam keadaan semacam inilah biasanya kita menjadi semakin bertambah jarang, atau minimal agak sulit untuk mengikuti majelis-majelis ilmu. Sehingga perlahan-lahan kita akan menjadi bodoh sementara kebutuhan akanilmu akan terus semakin bertambah.

Namun apabila kita memiliki kemampuan bahasa Arab, kebodohan akan ilmu bisa kita minimalisir dengan belajar sendiri yakni dengan membaca kitab sendiri. Jika kemudian ada yang belum kita pahami pada bagian dari kitab tersebut, maka barulah pada saat itu kita bisa bertanya pada Ustadz atau orang yang kira-kira mengilmui hal tersebut.

Akan tetapi ada benarnya juga ketika beliau mengatakan

“akhwat Jogja banyak yang bisa baca Kitab, jadi syaratnya harus…. Kalau saya teruskan menjadi“…. Harus bisa baca kitab juga”

Ini adalah sebuah keniscayaan. Hehe.

Karena jika antum benar-benar dan sungguh-sungguh berniat mencari jodoh dan melalui perantara Ustadz, biasanya sang Ustadz lebih cenderung untuk mengkondisikan calon-calon yang beliau arahkan, simpelnya dengan tidak mungkin memberikan biodata ikhwan yang kurang berilmu kepada akhwat yang ilmunya sudah sangat tinggi.

Tapi, kalau kondisi sebaliknya yakni Ikhwan sangat berilmu dan akhwatnya terbilang masih biasa saja, maka masih sangat memungkinkan. Dan banyak contohnya. Sebuah pertimbangan yang boleh kita pikir- pikir.

 

Ya saya rasa itu.

Dewasa ini begitu banyak yang mampu berbahasa Inggris, Korea, Jepang, Mandarin dan sebagainya. Saya bahkan memiliki seorang rekan dokter yang mampu berbicara dengan 11 bahasa dunia, termasuk bahasa Tagalog dan Ibrani. Akan tetapi sangat jarang yang kemudian terbetik keinginan di hatinya untuk belajar bahasar Arab. Pun boleh jadi, termasuk saya yang entah kenapa pada bulan Maret lalu, ketika 3 kelas pembelajaran Bahasa Arab dibuka di Kota Jogja, saya tidak berjodoh dan harus meninggalkan kota.

Padahal ia adalah bahasa Al-Qur’an, yang seharusnya menjadi prioritas.

Itulah kenapa ada sebagian orang yang bisa menangis tersedu-sedu, terisak-isak ketika mendengarkan dibacakannya Al-Qur’an. Tahu kan kenapa ?

Antum pernah begitu ?

Mungkin sangat jarang. Sepertihalnya saya.

————————–

Semoga Alloh mudahkan saya dan anda untuk mengikuti kelas Bahasa Arab segera. Aamiin.

Barakallohu fiikum.

————————–

Ohya, saya kesulitan mencari judul untuk artikel ini. Sekiranya ada kritik, mohon disampaikan pada bagian komentar atau pada facebook saya. Jazakallahu khairan.

 

Pojok Kamar Bercat Biru, Karang Asem

Yogyakarta, Tanah Sultan Tercinta

Jumat, 20 Juni 2014 , 07:56

Ahmad Muhaimin Alfarisy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s