Skripsi, Do It First !

Menulis skripsi menjadi rutinitas harian belakangan ini dengan fokus tulisan adalah bagian Pembahasan. Mudah? Ternyata tidak juga. Aku tampaknya terlalu meremehkan. Mungkin karena selama ini sudah terbiasa menulis dan selama ini tidak pernah mengalami kendala yang berarti dalam penulisan laporan, baik laporan lapangan ataupun laporan praktikum yang kalau ditumpuk bisa mencapai satu meter sendiri.

Skripsi

Merunut pengalaman saya, ada beberapa hal yang menjadi kendala saya dalam penulisan skripsi. Dan inilah yang menjadikan penulisan skripsi saya menjadi molor hingga satu setenga bulan sejak penelitian di Indramayu lalu.

  1. Mood. Oh Rabb. Susahnya. Tidak semudah teori. Aku bisa menulis puluhan artikel lepas di kamar sempit miliku, atau sebuah novel di rumah ibu. Namun skripsi ? tidak di rumah tidak di kos, aku benar-benar enggan menyentuh kekasihku (baca : laptop) untuk sekedar membuka-buka BAB IV. Jangankan itu, data yang masih berserakan saja aku enggan merapihkannya. Sempat aku berpikir untuk mengerjakan skripsi di rumah ibu, di kota Batam sana agar suasananya nyaman. Ternyata 28 hari di rumah ibu, bahkan sama sekali tidak menyentuh data skripsi. Semua masih tersimpan rapih di dalam tas laptop.Membangun mood untuk skripsi ternyata sangat sulit. Harus di tempat yang menyejukkan, pakaian yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Tidak boleh terlalu lapar atau terlalu kenyang, dan kalau bisa berada dekat dengan kamar mandi. Ribet ? Sangat. Entah kenapa aku yang terbiasa dengan keadaan yang sederhana, dalam skripsi rasanya susah sekali. Tempat sejenis itu hanya ada dua di dunia ini. Pertama, lantai 3 Perpustakaan Pusat UGM, pada sebuah meja yang letaknya paling timur. Kedua, lantai 4 perpustakaan pusat UGM, bilik kaca. Namun alhasil, sekiranya sudah mendapatkan kondisi semacam ini, produktifitas menulis meningkat seribu persen. Sehari bisa menulis 6 hingga 7 halaman. Bahkan lebih. Mood menulis skripsi ini anehnya juga hanya akan muncul pada hari kerja. Senin sampai Jumat. Itupun hanya pada jam kerja yang singkat. Jam kerja pengusaha, kataku. Pukul 09:00 hingga pukul 15:00. Hebat kan ! Hari libur atau akhir pekan, aku enggan. Mengingatnyapun aku tidak mau.
  1. Data. Ini yang lebih penting. Data yang sudah teratur, rapi dan enak dilihat adalah faktor yang sangat penting. Data yang aku kumpulkan ternyata tidak terlalu rapih. Dan hanya untuk merapihkannya, membutuhkan waktu seharian.
  2. Koneksi internet. Kalau ada akan sangat baik. Namun kalau bisa koneksinya jangan terlalu dewa. Juga jangan terlalu jelata.

Yak ! itu saja yang mau dituliskan hari ini. Alhamdulillah, beberapa saat yang lalu BAB IV PEMBAHASAN sudah selesai. Tinggal BAB III dan BAB V yang relatif lebih mudah. Bismillah.

22 April 2014.

Bilik Kaca Ujung Timur Lantai 4

Perpustakaan Pusat UGM

Ahmad Muhaimin Alfarisy

Advertisements

3 thoughts on “Skripsi, Do It First !

  1. Ijin nyimak tulisan-tulisannya ya Kak Alfa, studi banding. Maaf kalau menuh-menuhin stat. Blog ini bagus-bagus banget artikelnya. Jazakallaahu khoron ilmunya.

    • wah, udah baca beberapa artkel nih mesti, sudah tau nama panggilan saya :-/

      saling berbagi manfaat dek karina umma 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s