Hargailah Proses Seseorang yang Sedang Menuju pada Kebaikan

2

Seringkali di dalam Al-Qur’an atau ketika kita mengikuti sebuah kajian Tafsir, atau bahkan di dalam berbagai macam buku-buku ilmu agama, kita temukan bahwa Allooh subhanahu wata’ala menyampaikan kepada kita bahwa Ia menciptakan dunia dan seisinya dalam waktu enam hari. Hal ini adalah sebuah hal yang menarik untuk direnungkan. Karena sekiranya Allooh berkehendak, Allooh bisa saja melakukan semua pekerjaan penciptaan langit dan bumi tersebut hanya dalam waktu sedetik.  Hal ini tentunya mendorong kita untuk berpikir, apakah hikmah yang tersembunyi di balik penciptaan langit dan bumi yang memakan waktu 6 hari tersebut ?

Hikmah di balik ini di antaranya adalah Allooh menghendaki kita agar kita memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi itu membutuhkan proses. Tidak semudah membalik telapak tangan, atau dengan berkata sim salabim lalu bisa berubah sejadinya dengan sangat drastis 180 derajat, atau dari yang semula hitam tiba-tiba menjadi putih seluruhnya dan putih menjadi hitam seluruhnya.

Kaidah ini satu hal yangat penting dalam menyeru kepada kebaikan, dalam dakwah, bahwa berubahnya seseorang itu membutuhkan proses.

Sehingga sebagai seorang penyeru, kita harus menghargai seseorang yang tengah mengalami proses menjadi baik. Proses yang padanya ia tengah menuju pada kebaikan. Sebagaimana kita dahulu ketika pertamakali diperkenalkan oleh Allooh dengan hidayah, kita membutuhkan proses. Bisa jadi berupa diskusi, kajian, ataupun membaca. Dan itu membutuhkan proses sedikit demi sedikit. Dan tak jarang kemudian kita menuntut untuk adanya toleransi dari orang-orang yang menginginkan kebaikan tersegerakan kita penuhi. Sampai kemudian kita mengerti dan belajar untuk mengamalkannya.

Menimbang keadaan kita dahulu yang juga membutuhkan proses untuk berubah, maka pun demikian terhadap orang lain – hargailah seseorang yang juga sama sepertihalnya diri kita dahulu, yang membutuhkan proses untuk berubah menjadi lebih baik. Temani mereka, kawani mereka, agar kemudian proses tersebut mampu berjalan dengan lancar. Karena sebagian orang yang berdakwah, sebagian orang yang begitu semangatnya menyeru pada kebaikan, mengingkan agar orang yang ia dakwahi berubah seketika. Yang semula pada pagi hari adalah orang yang tidak mengenal Tauhid, yang bergelimang maksiat, yang melakukan amalan-amalan yang tidak ada tuntunannya dari Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada sore harinya telah mengenal Tauhid dengan benar, memegang sunnah dengan kuat, dan melakukan berbagai macam amalan-amalan ketaatan.

Maka sikap semacam ini adalah sikap yang tidak tepat. Orang seperti ini bisa jadi lupa, bahwa ia yang dahulunya hitam kelam, hina dina dan bergelimang maksiat, namun kini berubah menjadi pribadi yang putih bersih, itu membutuhkan proses.

Maka hargailah orang lain untuk berproses, dan mari kita temani orang yang berproses, agar proses tersebut berjalan baik dan lancar, menuju titik yang kita harapkan. Sekali lagi dalam dakwah, suatu hal yang patut untuk kita sadari adalah menghargai orang lain dalam proses menuju kebaikan, sebagaimana kita yang saat ini pemegang kebenaran dan pembela kebenaran, dulunya juga melalui begitu banyak proses, setahap demi setahap. Barakallohu fii kum.

——————————

disarikan dari ceranah Ustadz Aris Munandar MPI  Hafizhahulloh dengan judul yang sama

 

Pojok Kamar Bercat Biru,

Senin, 03 Maret 2013 13:13

Ahmad Muhaimin Alfarisy

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s