Kacamata Spesial

Sudah beberapa hari ini saya tidak menggunakan sebuah benda yang paling saya sukai. Atau tepatnya cintai ? entahlah, kehilangan atau lupa menaruhnya di mana sebentar saja, biasanya membuat saya segera setengah panik, dan khawatir. Sebuah benda yang biasa menempel tepat di depan bola mata saya. Bingkainya berwarna hitam, dengan sedikit corak cokelat dan hijau. Sekilas dari jauh ia akan terlihat berwarna hitam, namun jika melihatnya dari samping, ia tampak sedikit kehijauan. Saya bukan tidak memakainya karena tiba-tiba mata saya yang minus kembali normal, atau karena sekarang sedang tidak banyak membaca sehingga tidak terlalu membutuhkan kacamata, melainkan karena alasan lain.

Photo-0263

Bicara tentang kacamata, seorang tokoh kondang di Indonesia pernah mengatakan bahwa kacamata tak sekedar merupakan alat bantu untuk melihat, melainkan lebih dari itu. Kacamata, adalah bingkai kehidupan. Sejak itu, saya tak lagi minder untuk menggunakan kacamata.

Entah sejak kapan bermula, kacamata menjadi sebuah aksesoris yang sangat mempengaruhi penampilan seseorang. Sebagai contoh, secara umum, sekali lagi saya tegaskan bahwa secara umum, orang yang berkacamata dianggap sebagai orang yang cerdas, orang yang pintar dan dalam ilmunya.  Banyak yang membuktikan hal ini. Anda pasti pernah berada satu kelas dengan seorang yang juara, atau minimal terkenal cakap pada satu bidang ilmu dan ia berkacamata. Kesan ini bisa kita contohkan pada tokoh komik Conan Edogawa pada serial “Detective Conan” yang menggunakan kacamata.

Kesan yang lain yang bisa ditimbulkan dari kacamata adalah culun. Entah laki-laki atau perempuan, bisa saja menimbulkan kesan ini. Namun kesan culun ini harus didukung dengan penampilan lain misalnya rambut klimis, atau kerah leher yang terkancing tanpa mengenakan dasi. Setidaknya itu yang saya lihat sewaktu masih berkubang dalam kejahilan, di sinetron-sinetron masa silam. Atau masih ada sekarang ? entah, saya tidak tahu.

Untuk saya sendiri ? saya pertamakali menggunakan kacamata adalah ketika pada tahun kedua di Sekolah Menengah Pertama. Ketika itu saya masih tinggal di perumahan yang biasa saja, pada sebuah sudut Kota Palembang. Saya menggunakan kacamata bukan karena memiliki mata yang sudah tidak sehat, melainkan karena ingin tampak keren. Hehehe. mungkin sebagai akibat menonton serial Harry Potter and The Sorcerers Stone. Saya agak lupa.

Kacamata yang saya beli ketika itu tentunya bukan kacamata untuk mata rabun jauh ataupun dekat. Sungguh hanya kacamata normal. Kacamata berbingkai cokelat itupun saya beli dengan harga yang tidak murah ketika itu, 20ribu rupiah. Namun kacamata itu hanya sebentar terpakai, tidak mencapai beberapa bulan.

Kacamata kedua yang saya beli adalah ketika duduk di bangku SMA pada tahun terakhir. Sebuah kacamata minus berbingkai hitam. Dan hingga saat ini, saya terus membutuhkan kacamata. Tapi untunglah, angka minus kacamata saya tidak bertambah terlalu banyak sejak pertama kali di tahun terakhir masa SMA.

Ohya, terkait kacamata, saya pernah men-candai seorang rekan saya dengan mengatakan

“Kacamatamu seperti botol, tebal”

Alih-alih tertawa, ia justru bercerita bahwa ia suah berkacamata sejak duduk di bangku SD tahun pertama akibat mengalami kecelakaan yang merusak syaraf matanya. Sejak itu ia menggunakan kacamata dengan ukuran minus 7, atau 8 (?).

“Jadi, aku tuh ga pernah ngalami yang namanya minus 1, 2, 3, langsung 7 (atau , lupa)” katanya

“Sekarang udah minus berapa ?” aku menimpali

“minus 14,5”

Dan serta merta saya langsung kaget dan meminta maaf, tentunya dengan wajah yang pokerface meskipun pembicaraan hanya melalui sms.

Kacamata yang saya kenakan sekarang ini, adalah sebuah kacamata yang merupakan hadiah dari seorang. Sebuah kacamata yang diberikan ketika suatu malam saya mengeluhkan kacamata milik saya yang entah kenapa, rusak oleh suatu hal. Saya lalu diberi dua buah kacamata bekas miliknya yang angka minusnya sudah tidak pas. Satu berbingkai hitam polos, dan sebuah lagi berbingkai hitam dengan corak hijau yang kini saya pakai. Kacamata tersebut kini telah menemani saya hampir selama setahun, dan akan saya pakai, mungkin selamanya.

Photo-0367

Ia pernah hilang dalam kegelapan, pernah terbang bersama saya dalam beberapa pesawat, tenggelam di dasar sebuah kolam renang, membantu saya mengkhatamkan sejumlah kali Al-Qur’an, pun pernah ia pecah suatu ketika yang kemudian saya perbaiki tak lama setelah itu. Sampai waktu yang Alloh tentukan, tetap akan saya pakai dan tak akan saya ganti dengan kacamata yang baru. Karena ini, SPESIAL.

Selesai di Tulis di Al-Ardhu Zone

Kamis, 30 January 2014, 21:11

 Ahmad Muhaimin Alfarisy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s