MIMPI-Bunga-Bunga Tidur dan Adabnya

MIMPI

Bunga-Bunga Tidur dan Adabnya

Berbicara tentang bunga tidur, kita semua pasti sudah pernah mengalaminya. Baik saya ataupun anda, bunga tidur atau yang kita lebih sering menyebutnya sebagai mimpi pasti bukanlah hal yang asing menghiasi istirahat lelah anda. Entah apakah itu terjadi dalam tidur malam yang biasanya tidak sebentar, atau kadang juga pada istirahat siang yang hanya sebentar.

n-kepada-mimpi

Jika melihat dalam tinjauan syariat, mimpi sendiri dibagi menjadi tiga jenis, yakni pertama, mimpi yang merupakan kenikmatan dari Alloh yang berupa mimpi yang indah-indah, misalnya anda bermimpi berangkat haji atau umroh, atau bermimpi melakukan sesuatu yang diluar dugaan dan kemampuan anda misalnya terbang. Yang kedua adalah mimpi yang datang dari syetan, yang tentunya berisi hal yang bersifat menakutkan, menyedihkan, membuat galau , mengerikan atau minimal bisa dikatakan sebagai mimpi buruk. Misalnya anda mimpi sedang menggali kubur dan menemukan mayat anda sendiri di dalamnya. Dan mimpi yang terakhir atau jenis ketiga adalah mimpi yang disebabkan karena anda sendiri. Maksud saya adalah karena di dunia nyata anda terlalu sering membayangkannya, mengharapkannya dan minimal terlalu sering memikirkannya, ia kemudian masuk ke dalam alam bahwa sadar anda yang kemudian tervisualisasikan ke dalam mimpi. Mimpi jenis ketiga ini adalah yang paling sering terjadi pada kebanyakan orang (menurut pendapat pribadi).

Penjelasan ilmiah tentang mimpi yang pernah saya temukan adalah banyaknya elektron yang tersisa di dalam otak dan akhirnya bekerja dan menciptakan visualisasi di dalam tidur. Banyaknya elektron ini biasanya terjadi pada sebagian orang yang tidak begitu aktif ketika ia terjaga, sehingga menumpuk di otak dan menghasilkan visualisasi berupa mimpi di otaknya.

Dalam sebuah pembahasan tentang mimpi, ternyata ada beberapa adab yang perlu kita lakukan, terutama jika kita mendapati mimpi yang bersifat baik dan mimpi yang bersifat buruk. Sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa mimpi yang bersifat baik datangnya dari Alloh subhanahu wata’ala, dan mimpi yang buruk datangnya dari syetan.

Jika kita mendapati mimpi yang baik, maka adabnya adalah segera memuji Alloh ketika kita bangun dengan berucap Alhamdulillah. Selain itu hendaknya kita menceritakan mimpi tersebut hanya kepada orang lain yang kita ketahui bersimpati kepada kita, atau bersifat baik kepada kita dan tidak menyimpan sifat hasad ataupun dengki kepada diri kita pribadi. Hadist ini adalah penjelasan dari hadist yang diriwayatkan oleh oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui sahabat Abu Qotadah Radiallahu anhu. Sedangkan penjelasan tentang perintah berucap Alhamdulillah adalah hadist dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Namun jika kita mendapat mimpi yang buruk, maka adabnya adalah dengan bersegera memohon perlindungan kepada Alloh dari kejelekan mimpi yang kita alami. Lalu bersegera pula memohon perlindungan kepada Alloh dari gangguan syetan yang datang kepada kita. Kemudian meludah ke sebelah kiri sebanyak tiga kali, dan terakhir hendaklah kita tidak menceritakan mimpi buruk tersebut kepada siapapun. Bahkan termasuk kepada orang-orang yang mencintai kita. Jika hal-hal tersebut dilakukan dengan baik, maka Rasullulloh shalallalhu ‘alaihi wasallam berjanji dengan mengatakan mimpi tersebut tidak akan memberikan dampak buruk kepada kita. Penjelasan ini saya dapatkan dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui sahabat Abu Qotadah Radiallahu anhu.

Dalam riwayat yang lain, dari Sahabat Jabir Radiallahu anhu Rasulullloh shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa apabila kita mendapati mimpi yang buruk atau yang tidak kita sukai, maka kita diperintahkan untuk bersegera meludah sebanyak tiga kali ke sebelah kiri, lalu berdoa memohon kepada Alloh untuk dilindungi dari gangguan syetah sebanyak tiga kali, dan yang terakhir adalah dengan merubah posisi lambung yang kita tiduri. Jika sebelumnya menghadap ke kiri, maka rubahlah posisi menjadi ke sebelah kanan, dan sebaliknya. Dan dalam lafadz yang lain, kita diperintahkan untuk segera bangun dan berwudu’ lalu melaksanakan sholat. Hadist ini diriwayatkan oleh Muslim.

Hikmah kenapa kita tidak boleh menceritakan kepada mereka yang tidak menyukai kita adalah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya kita menceritakan mimpi indah kita kepada mereka yang memiliki kedengkian kepada kita, bisa jadi yang pada awalnya kedengkian, kebencian, yang dipendam di dalam hati, lalu berubah menjadi sebuah aksi dan tindakan nyata.  Seperti inilah yang terjadi kepada Nabi Yusuf ‘alaihissalam ketika ia bermimpi melihat bintang-bintang, matahari dan bulan bersujud kepadanya. Ayahnya yakni Nabi Ya’kub ‘alaihissalam memerintahkannya untuk tidak menceritakan hal tersebut kepada saudara-saudaranya yang hatinya dipenuhi akan kedengkian kepada Yusuf.

Semoga beranfaat.

Jika kemudian menilik penjelasan dari tiga jenis mimpi di atas, saya menjadi sedikit bingung dengan mimpi yang akhir-akhir ini sering datang dalam tidur saya. Saya melihat selalu didatangi dengan orang-orang yang tidak begitu saya kenal, atau sudah tidak berjumpa dalam waktu yang sangat lama, dan kemudian terjadi hal-hal yang luar biasa yang jauh dari nalar. Setiap kali bermimpi, maka orang yang mendatangi saya selalu berganti. Namun saya simpulkan hampir semuanya bukan termasuk jenis mimpi yang pertama dan mimpi yang kedua.Tapi, jika begitu, apakah ia merupakan jenis mimpi yang ketiga ? Mungkin saja.

Ditulis ketika sedang kehausan

Pojok Kamar Bercat Biru

21 January 2014, 13:58

Ahmad Muhaimin Alfarisy

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s