Wanita yang Malang

Red Sky.jpgbBelum sampai dua jam yang lalu, saya baru saja kembali dari tengah kota Jogja. Tepatnya di sekomplek angkringan yang berjejer di depan Kantor Harian Kedaulatan Rakyat di Jalan Mangkubumi. Kehadiran saya ketika itu adalah untuk membersamai rekan-rekan KKN PPM UGM unit GTR 01 menyambut salah seorang rekan kami dari Gorontalo yang sangat baik membantu kami selama pelaksanaan KKN Juli-Agustus 2013 lalu. Satu-satunya alasan saya untuk menghadiri acara “kumpul-kumpul” tersebut adalah mutlak hanya karena saya ingin turut serta menyambut rekan kami itu mengingat beliau bersikap sangat baik kepada saya –secara pribadi.

Ceritanya begini : setelah seluruh program KKN kami selesai, kami dijadwalkan untuk berwisata ke kota Manado. Selama 3 hari di Manado, saya mengalami kesulitan untuk mencari makanan yang halal, sementara di homestay saat itu, saya tidak terlalu yakin dengan kehalalan makanan yang disajikan, meskipun hampir seluruh rekan saya bersikap biasa saja, pun dosen pembimbing lapangan yang kebetulan membersamai kami hingga pemulangan. Pada kondisi kesulitan itulah, rekan saya membantu saya mencari makanan yang dipastikan kehalalannya, bahkan hingga larut malam. singkat cerita, kami akhirnya bisa makan di sebuah warung Padang. Begitupun malam berikutnya, saya bisa mendapatkan makanan yang dijamin kehalalalnnya dengan bantuannya. Juga pagi terakhir kami dikota Manado.

Sejujurnya, ini adalah pengalaman pertama saya berada di lokasi itu, maksud saya di Jl. Mangkubumi bersama puluhan atau bahkan ratusan orang yang menikmati panganan yang disajikan dari “angkringan” berbiaya mahal yang berjejer rapih di barat gedung pusat Harian Kedaulatan Rakyat (sebuah harian nomor 1 di Provinsi Istimewa ini).

Tidak begitu nyaman dengan kondisi tempat duduk di atas sebuah tikar yang agak basah, saya lalu memilih untuk duduk di sebuah kursi panjang yang berjejer di sepanjang trotoar timur jalan Mangkubumi. Pada masa itulah saya melihat sebuah atau mungkin sesuatu (?) yang menarik.

Seorang wanita muda berkerudung hitam tengah tersenyum sambil menikmati hidangan dari salah satu gerobak angkringan. Ia hanya sendiri wanita, diantara sekumpulan pria yang hampir semuanya adalah perokok. Tampaknya ia sedang menemani teman lelakinya (pacar) nya berkumpul bersama teman-temannya yang tidak begitu ia kenal.

Saya duduk di sana mungkin lebih dari setengah jam sambil memperhatikan dari jauh rekan-rekan KKN lainnya yang juga tengah menikmati hidangan angkringan. Selama itu pula, saya turut memperhatikan gelagat pasangan itu. Hampir tidak ada kata yang dilontarkan oleh sang lelaki terhadap “wanita”nya. Pun senyum. Sementara sang wanita mencoba untuk membaur, tersenyum-senyum kecut dan tertawa yang dipaksakan ketika ada joke-joke yang keluar dari forum yang tidak berkeadilan itu. Aku hanya bisa tercenung dan membayangkan : betapa malangnya wanita itu. Dan ada puluhan wanita dengan nasib serupa di sepanjang jalan ini. dan bisa jadi puluhan ribu di kota ini. Sedihnya, bisa jadi ia tidak begitu tahu dan paham di mana letak kemalangannya…

Seketika itupun aku teringat kata-kata dari salah seorang rekanku yang lain : lelaki yang keren itu yang menyatakan perasaannya kepada wanita yang dipujanya, kepada wali sang wanita.

Beberapa jam yang lalu, seorang laki-laki muda berjanggut tebal baru saja memarkirkan sepeda motornya di sebuah pelataran masjid yang kami cintai. Di belakangnya berdiri seorang wanita becadar ungu. Juga seorang gadis kecil berumur sekitar 3 tahun, berhijab tebal, yang digandeng pria muda itu dengan tangan kanan. Sementara itu sang istri, menggendong seorang bayi kecil  yang tertidur pulas.

 

Pojok Kamar Bercat Biru

Ahmad Muhaimin Alfarisy

02 November 2013 23:49

Advertisements

4 thoughts on “Wanita yang Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s