Yuk, Bangun Lebih Awal

Yuk, Bangun Lebih Awal

Suatu hari saya tengah berjalan berdua dengan seorang rekan, pulang dari sebuah Masjid yang entah kenapa hari ini saya benar-benar telah lupa, bernama apa. Waktu itu masih mendekati pukul 5 pagi dan udara masih sangat dingin. Namun hiruk pikuk kendaraan sudah cukup ramai mengingat saat itu saya untuk sementara bertempat tinggal di tengah-tengah kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Timoho. Dalam dinginnya pagi yang sudah tak membisu, tiba-tiba rekan saya berkata

“Generasi pemuda terbaik ummat ini  ada di shaf terdepan sholat subuh !”

Mendengar kalimatnya, saya tidak terlalu kaget. Hanya saja tiba-tiba kami berdua tersenyum, bahkan agak tertawa. Meskipun terdengar sederhana, namun kalimat yang diucapkan olehnya hari itu benar-benar membekas dalam benak saya. Ya. Sejak pagi itu.

jam-beker

Sejak pertama kali tiba di kota ini, saya sebenarnya sudah diwanti-wanti oleh keluarga di rumah untuk terus memperbaiki kualitas pribadi. Saya yang dilahirkan di keluarga yang –menurut saya- cukup relijius mendidik saya untuk sejak kecil telah mengenal nilai-nilai islam dengan baik. Akan tetapi masih ada masalah yang belum terselesaikan hingga akhirnya saya sudah menduduki bangku kuliah, yakni : Bangun lebih awal. Bangun lebih awal yang saya maksudkan di sini bukanlah bangun pagi yang biasa. Melainkan bangun sedini mungkin untuk melaksanakan qiyam, dan sholat fajar dn melakukan segala aktivitas lebih awal.

Ketika mendekati masa Ujian Nasional tingkat SMA lalu, saya sangat ingat bahwa bangun untuk qiyam adalah hal yang sangat mudah, dan bahkan menjadi sebuah rutinitas yang hampir tidak pernah abstain. Namun setelah semuanya berlalu dengan hasil yang cukup menggembirakan, rutinitas itupun kembali hilang. Begitupun ketika memasuki masa ujian tulis masuk UGM lalu.

Akan tetapi ternyata hal yang saya alami seperti di atas rupanya tidak hanya terjadi pada diri saya. Rekan yang saya ceritakan di atas ternyata memiliki masalah yang sama. Namun alhamdulillah, untunglah semua akhirnya berubah sejak pagi itu. Pagi di mana rekan saya tersebut berkata bahwa generasi pemuda terbaik ummat ini ada di shaf terdepan jamaah Sholat subuh. Siapa yang tidak ingin  menjadi generasi terbaik ??

Sebenarnya selain motivasi dari rekan saya tadi, ada banyak hal yang membuat kita agaknya harus mempertimbangkan untuk memperbaiki jadwal bangun tidur kita, untuk menjadikan pribadi yang lebih baik. Diantaranya

1. Dalam sebuah hadist yang Shohih dijelaskan bahwa orang yang tidak sempat bangun untuk melakukan sholat malam adalah orang yang telinganya (mohon maaf) dikencingi oleh iblis/setan.

Bukankah ini adalah sebuah kehinaan yang teramat sangat ? jika dikencingi oleh hewan atau manusia saja merupakan suatu hal yang sangat menghinakan dan kita tidak bisa terima, lalu bagaimana mungkin kita rela dikencingi oleh makhluk yang paling hina

2. Dalam sebuah hadist yang shohih pula dijelaskan bahwa Alloh dan para malaikat turun ke langit dunia untuk membersamai hamba-hambaNya yang bangun untuk “berdua-duaan” dengan Rabbnya ketika itu. Dan Alloh mengampuni orang-orang yang memohon ampun sebelum waktu fajar.

Bukankah kita akan sangat bahagia jika kita bisa berdua-duaan dengan kekasih (baca: ISTRI) yang kita cintai ? lalu kenapa kita tidak mau melakukannya untuk Alloh yang tentu saja paling pantas untuk paling kita cintai ? lalu siapa di dunia ini yang tidak memiliki dosa ? dan bukankah sebak-baik pendosa adalah yang bersegera dalam memohon ampunan

3. Sholat yang paling berat untuk seorang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh. Dan tidaklah mereka melakukannya melainkan dengan rasa malas yang teramat sangat.

Dalam keseharian banyak dari kita yang akan sangat marah ketika dikatakan sebagai seorang yang munafik. Dalam pengertian yang sederhana, munafiq adalah mengaku beriman namun sebenarnya tidak. Di zaman Rasululloh, ummat islam selalu melaksanakan sholat fardhu di Masjid. Termasuk diantaranya adalah sebagian orang-orang munafiq, yakni mengaku berislam namun menyembunyikan kekafiran. Agar mudah kemudian orang-orang munafiq dapat diidentifikasi dari apakah mereka datang untuk sholat Isya dan Subuh berjamaah di masjid atau tidak. Lalu bagaimana dengan kita, apakah masih termasuk golongan yang berat melaksanakannya, atau yang ringan (dan bahagia) mendatanginya ? bisa dijawab sendiri

4. Orang-orang yang melakukan qiyam (Tahajjud, witir, dan ditambah sholat fajr) akan memiliki banyak kelebihan daripada yang tidak melaksanakannya. Jika anda seorang da’i, maka mutlak bagi anda untuk tidak meninggalkan qiyam. Kenapa ? dalam sebuah kajian beberapa bulan lalu yang diadakan di Masjid Kampus UGM, akhirnya saya mengetahui rahasia da’i-da’i yang dalam dakwahnya bisa dikatakan berhasil. Dan saya beritahukan rahasia tersebut adalah “mereka tidak pernah meninggalkan sholat malam”. jika memang waktu sudah sangat sempit, maka tetap mendirikannya meskipun hanya 1 rakaat. Karena ternyata orang-orang yang merutinkan sholat malam, perkataannya akan lebih didengar, lebih mampu masuk ke dalam hati mad’u nya, dan tentu saja lebih berpengaruh.

Oh para aktivis dakwah kampus, bagaimana kabarmu ? sudahkah merutinkan hal ini? Semoga Alloh memudahkan engkau untuk bersujud lebih pagi.

5. Lebih sehat dan lebih bersemangat.

Saya tidak memiliki background kesehatan dan tidak begitu memahami apa dampak bangun lebih awal untuk kesehatan. Namun secara pribadi, saya merasa jelas lebih sehat baik secara fisik maupun mental. Untuk lebih mudah, maka mari saya jelaskan perbedaan untuk dua variabel masing masing bangun lebih awal (asumsikan pukul 03:00) dan bangun kesiangan (asumsikan pukul 06:30)

Bangun pukul 03:00

  • Bisa melaksanakan qiyam, sholat subuh jamaah, yang berdampak pada hati yang damai karena merasa lebih dekat kepada Sang Pemilik Hati
  • Bisa mengahapalkan Al-Qur’an, merapalkannya, atau sekedar membaca. Waktu paling baik untuk mengapal Al-Qur’an adalah waktu subuh
  • Karena ada jeda yang cukup panjang pada ba’da subuh hingga memulai aktivitas harian, kita bisa memanfaatkannya untuk banyak hal seperti olahraga, memasak (jika punya hobi memasak seperti saya), belajar, mencuci atau menyetrika pakaian, membersihkan rumah, tempat tidur atau lainnya, membaca buku-buku yang menarik, menelepon keluarga atau saudara untuk mepererat silaturrahim, atau sekedar menulis (tulisan ini juga saya buat pada momentum ini lho )
  • Bisa menghirup udara pagi yang masih sejuk dan segar. Kota Yogyakarta hari ini dengan 10 atau bahkan 3 tahun lalu sudah sangat berbeda. Udara semakin panas dan kotor, sehingga tidak mudah menemukan udara dengan kualitas yang baik. Apalagi jika anda tinggal di sekitaran UGM, wilayah Pogung, Karangasem, atau wilayah-wilayah yang harus melalui Jalan Kaliurang atau sekitaran Mirota Kampus. Bangun lebih awal adalah salah satu cara agar anda bisa menkmati harta yang kini telah semakin mahal
  • Mental kita lebih baik dan jelas lebih siap karena telah memulaikan paginya dengan kebaikan. Karena sungguh, kualitas hidup kita seharian akan ditentukan oleh bagaimana kita memulai pagi.

Bangun Pukul 06:30

  • Anda akan bangun dengan perasaan bersalah kepada Alloh (dan tentu saja berdosa). Karena terlambat sholat subuh sementara matahari sudah terbit yang merupakan tanda habisnya waktu untuk menegakkan sholat subuh.
  • Terhina seperti yang saya jelaskan dalam sebuah hadist di atas. Jika anda seorang aktivis dakwah kampus dan kemudian tidak qiyam, dijamin anda tidak akan punya “energi”.
  • Anda akan bangun dengan tubuh yang tidak begitu fit karena terlalu banyak tidur tentu saja tidak sehat. Otot anda akan pegal-pegal seolah-olah tidak ada efek dari istirahat yang baru saja anda lakukan. Belum lagi  jika anda tidur dengan lampu yang lupa dipadamkan, dan TV masih menyala. Meskipun mata anda tertutup, tapi syaraf anda tidak berhenti bekerja. Maka tubuh anda akan bangun dalam keadaan yang semakin tidak sehat.
  • Jika anda tinggal dalam sebuah kos-kosan, maka kemungkinan untuk antri kamar mandi akan semakin besar. Eh, padahal juga belum wudu’ buat sholat subuh.
  • Jika harus beraktifitas pagi, maka kemungkinan tidak sempat sarapan, pakaian tidak rapi, berangkat terburu-buru, dan terlambat.
  • Hidup seharian bisa menjadi sangat tidak berkualitas.

Oleh karena itu, untuk memperoleh banyak kebaikan, Yuk kita bangun lebih awal ^^

Ahmad Muhaimin Alfarisy

Pojok Kamar Bercat Biru, Karangasem, Sleman

13 September 2013 , 06:17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s