AKHIRNYA KUTEMUKAN KURSI YANG “SUCI”

Pertamakali saya menginjakkan kaki di Universitas Gadjah Mada, maka yang pertamakali saya bayangkan adalah sebuah lingkungan yang sungguh berbeda dengan Indonesia kebanyakan. Terbayang lingkungan yang bersih dan disipilin yang tinggi. Terbayang wajah-wajah cerdas dan organisatoris berjalan hilir mudik di mana-mana dengan rona-rona masa depan yang cerah. Jangan berharap ada sampah yang menumpuk, bungkus permen saja susah carinya dalam bayanganku waktu itu. Namun ternyata ternyata tidak juga. Maksud saya, tidak semua.

Begitupula halnya perasaan yang muncul ketika masuk di Fakultas Geografi. Fakultas yang “Environmentalist” dalam benak saya. Dan WOW ! terbukti di hari pertama Masa Orientasi Mahasiswa Baru yang di kampusku biasa disebut dengan istilah GEOSPACE. Saat itu saya adalah mahasiswa baru yang masuk pada tahun ajaran 2010, sehingga lebih familiar disebut GEOSPACE 2010. Salah satu hal yang saya ingat jelas pada hari kedua ospek adalah panitia harus menyidang beberapa kelompok yang melakukan pelanggaran berat yakni meninggalkan kampus dalam keadaan kotor, tepat di area sekitar beberapa kelompok tersebut menyelesaikan tugas-tugasnya. Ini menunjukkan kedisiplinan yang tinggi. Eits, tapi bukan hal itu yang ingin saya ceritakan di sini

Jika anda adalah mahasiswa Fakultas Geografi UGM, atau pernah berkunjung di Fakultas Geografi, terlebih lagi pernah masuk salah satu ruangnya dan duduk di sana, maka anda pasti cukup familiar dengan kursi ini.

IMG_1666

Hanya itu saja?? Akh tidak. Ada hal yang menarik dari kursi jenis ini. Yakni, tepat di bagian bawah meja yang menempel pada kursi tersebut, terdapat sebuah batangan berbentuk silindris yang salah satu ujungnya terbuka sehingga berbentuk lubang. Dan itulah hal yang menurut saya menarik. Selama 2,5 tahun saya menginjakkan kaki di kampus ini, belajar, berorganisasi, dan segala aktivitas yang berkaitan dengan bangku tersebut, saya selalu menemukan bahwa lubang dari penyangga yang berbentuk silindris tersebut selalu berisikan “sesuatu”. Dan kenyatannya, “sesuatu” itu terdapat di semua kursi ! . Entah itu berupa kertas, bungkus snack, namun yang paling sering adalah bungkus permen. Saya ingat setahun yang lalu, di dalam sebuah kelas, saya bahkan menemukan sepucuk surat cinta yang bertanggal 2 tahun sebelumnya yang mungkin batal dikirim. He he he.  Karena itulah saya tidak menyebutnya sebagai “sampah” namun  “sesuatu”. Hari ke hari (tidak setiap hari tentunya), saya semakin sering memeriksa bagian penyangga tersebut dan selalu mendapat fenomena yang sama. Selalu ada “sesuatu”

Mungkin kemudian muncul pertanyaan, apakah saya pernah melakukannya ? sebenarnya saya tidak begitu yakin, tapi sepertinya pernah,

Nah, ternyata beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 January 2013, di sebuah acara seminar yang diadakan di kampus, saya kembali iseng memeriksa penyangga berbentuk silindris tersebut. Awalnya saya memprediksi seperti biasa, pasti ada bungkus permen atau sebangsanya. Tapi ternyata ! NO! Tidak ada . he he he.

 

u

Saya lalu berpikir, apakah semua kursi sudah dibersihkan ? saya lalu memeriksa penyangga yang sama milik kursi teman yang duduk di sebelah kanan saya, dan di tempatnya masih terdapat secarik kertas. He he. Dalam hati saya berkata, wah, akhirnya saya menemukan kursi yang masih (atau sudah) “suci”

 

He he he

Ambillah yang baik, tinggalkan yang buruk

                                                                                                            Kamar Bercat Putih

25 January 2012 . 19:17

Ahmad Muhaimin Alfarisy

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s